WORKSHOP STRATEGI PENYEDIAAN PAKAN

Rabu, 11 Mei 2011

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Ir. I Putu Sumantra,M.App.Sc, didampingi oleh Kepala Bidang Produksi/Ketua Panitia Workshop Strategi Penyediaan Pakan, Drh. I Gede Putran Jaya, pada hari Selasa, 10 Mei 2011 membuka kegiatan workshop Strategi Penyediaan Pakan di Denpasar dihadiri oleh Direktur Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Sekretaris, para Kepala Bidang dan Kepala UPT Balai Lingkup Disnak Provinsi Bali, diikuti 50 orang peserta dari Disnak Kabupaten/Kota se Bali, Kelompok Tani yang memiliki pengolahan pakan ternak dan Kelompok Simantri.

Dalam Kegiatan Workshop Strategi Penyediaan Pakan ini Kadis Peternakan Provinsi Bali memandang sangat perlu dilaksanakan dalam rangka solusi terhadap penyediaan pakan dalam mendukung pengembangan usaha peternakan di Provinsi Bali semakin berkembang dan menjanjikan penyediaan pangan asal ternak sebagai salah satu sumber protein hewani cendrung semakin meningkat sejalan dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk, meningkatnya kesadaran akan pentingnya gizi untuk kesehatan dan kecerdasan serta perubahan gaya hidup termasuk dalam konsumsi pangan akibat dari meningkatnya daya beli masyarakat dan pengaruh globalisasi dan modernisasi. Oleh karena itu diperlukan berbagai upaya pengembangan usaha peternakan agar kebutuhan akan pakan hewani tersebut dapat terpenuhi.

Pengembangan usaha peternakan yang dilaksanakan selama ini selain untuk menghasilkan bahan pangan hewani, juga sekaligus diarahkan untuk menyediakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat serta mendukung pengentasan kemiskinan. Berdasarkan cacah jiwa yang dilaksanakan selama ini nampak bahwa terjadi peningkatan populasi berbagai jenis ternak di Provinsi Bali. Hal ini dapatdijadikan indikator bahwa upaya untuk pengembangan usaha dan kegiatan peternakan di Bali mendapatkan perhatian dari masyarakat. Namun demikian dari aspek agribisnis yang tujuannya untuk meningkatkan pendapatan masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

Hal ini selain disebabkan oleh tingkat produktivitas usaha peternakan yang belum optimal akibat penggunaan bahan produksi yang kurang berkualitas ( bibit, pakan dll ) juga kondisi pasar bebas dan terbuka yang tidak mampu disiasati oleh peternak yang melaksanakan kegiatan sebagai usaha sambilan bersekala kecil dan sebagai tabungan. Sementara itu sekitar 60 hingga 70% biaya produktisi habis untuk penyediaan pakan yang berkualitas dalam jumlah yang memadai dapat tyersedia sepanjang waktu dengan mudah dan murah. Berdasarkan populasi ternak yang ada di Provinsi Bali kebutuhan pakan hijauan mencapai 1.352.157,27 ton bahan kering ( BK ) per tahun, sementara sumber konsentrat sekitar 366.179,81 to BK per tahun. Jumlah ini tentunya akan semakin meningkat pabila ketersediaannya dapat lebih mudah dan murah diperoleh peternak karena akan lebih mengharapkan tumbuh dan berkembangnya usaha pertakan yangh dewasa ini produknya semakin meningkat dibutuhkan. Upaya kearah ini sebenarnya telah dilaksanakan antara lain dengan  menyediakan untuk perluasan kebun HMT, penyediaan bibit HMT serta mengupayakan terbentuknya  unit-unit pengolahan pakan lokal berupa pabrik pakan mini, lumbung pakan dan sebagainya, namun demikian upaya tersebut belum dapat berjalan secara optimal sesuai dengan yang diharapkan karena berbagai kendala antara lain :

1.   Belum tersedianya teknologitepat guna yang sederhana namun mudah dilaksanakan dan menghasilkan pakan berkualitas yang dapat      memanfaatkan limbah pertanian yang berlimpah yaitu jerami padi, yang tidak beresiko terhadap kesehatan dan pertuimbuhan ternak dll.

2.   Tidak tersedianya bahan pakan lokal dalam jumlah yang memadai secara berkesinambungan.

Dengan diadakan workshop ini diharapkan dari berbagai narasumber instansi terkait dapat memberikan informasi riil terhadap ketersediaan bahan baku pakan lokal yang ada di Bali baik jumlah, tempat dan waktu ketersediaan memberikan informasi teknologi pengolahan pakan berbasis bahan baku lokal potensial yakni limbah pertanian khususnya jerami padi dan lainya sehingga para petani peternak nantinya dapat melakukan kegiatan pengolahan pakan berkualitas yang digunakan sendiri oleh anggota kelompoknya dan  bisa diusahakan menjadi usaha pabrik pakan yang mampu menyediakan kebutuhan pakan bagi para peternak di Bali. Harapan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali dalam workshop ini agar nantinya mampu menghasilkan rumusan kebijakan dan program pengembangan pakan di Provinsi Bali

Mwnurut Ketua Panitia Penyelenggara Workshop Drh I Gede Putran Jaya menyampaikan dalam sambutannya adalah :

a.   Merumuskan strategi penyediaan pakan serta penerapan teknologi pengolahan pakan berbahan baku pakan lokal.

b.   Agar petugas teknis peternakan / kelompok mampu menyusun ransum pakan yang berkualitas dengan  memanfaatkan bahan baku      pakan lokal yang tersedia dengan potensi wilayahnya masing-masing.

Demikian informasi dari Humas Disnak Prov.Bali : man widia.