SOSIALISASI RABIES DI NUSA PENIDA

Senin, 07 Maret 2011

Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah menargetkan Bali bebas rabies pada tahun 2012 yang akan datang. Target tersebut merupakan salah satu perwujudan  dari tujuh program unggulan dalam rangka mewujudkan Bali Mandara ( Bali yang maju, aman, damai dan sejahtera ). untuk itu maka pada tanggal 25 s.d. 26 Febroari 2011 yang lalu Tim Sosialisasi Rabies  Provinsi Bali mengadakan sosialisasi di Nusa Penida dengan menyasar 7 lokasi di beberapa sekolah dan desa yaitu : SMKN 1 Nusa Penida, SMAN 1 Nusa Penida, SMPN 1 dan 3 Nusa Penida, SDN 1 Batununggul, SDN 1 Kutampi, SDN 6 Kutampi dan Banjar Karang Sari Desa Suana dengan jumlah peserta 727 orang. Dalam arahanya Tim sosialisasi dengan harapan anjing yang belum di vaksin agar dilaporkan kepada petugas Disnak Provinsi, Kabupaten atau UPT PPK Kecamatan setempat supaya mendapat vaksinasi gratis diberikan bagi pemilik anjing dengan membawa ke tempat vaksin yang ditentukan oleh petugas. Sosialisasi ini dimulai dari SMKN 1 Nusa Penida dibuka oleh I Wayan Karnatha, SPd.MM, didampingi oleh K.UPT.PPK Nusa Penida I Putu Suartawan dengan Nara Sumber dari Tim Disnak Provinsi Baliserta Yayasan yudistira. Kepala Sekolah menyambut baik dan positif serta mengharapkan tim sosialisasi lebih sering memberikan penyuluhan dan informasi tentang rabies di sekolah-sekolah yang ada di Nusa Penida. Siswa diberikan Sosialisasi oleh Tim Penyuluh Rabies sangat tertarik dan serius mendengarkan penjelasan berbahayanya Penyakit Rabies ini serta siswa diberikan pemutaran Film produk Afrika yang digigit anjing mengandung rabies. Si penderita mengalami luka, setelah digigit dan virus beredar melalui jaringan pembuluh darah langsung ke otak dan otak menjadi terganggu hingga menimbulkan yang tergigit menjadi tidak enak badan, pusing, muntah-muntah, kejang juga takut dengan air, sinar matahari sehingga pasien menghembuskan nafas/mati, dengan demikian sudah jelas RABIES tidak bisa disembuhkan dan tidak ada obatnya. Di Nusa Penida masyarakat sangat responsif tentang eliminasi, vaksin secara rutin serta sosialisasi rabies. Menurut Kepala Sekolah sosialisasi ini akan di ketok tular ke temen-temen yang lain dan orag tua.

Menurut K UPT PPK Kecamatan Nusa Penida disini sudah diadakan eliminasi anjing dan beberapa sudah di vaksin karena ada beberapa masyarakat yang meregang nyawa karena gigitan anjing. Kalau digigit ajing langkah darurat yang paling penting di traetman dengan detergen/sabun selama 10-15 menit di air yang mengalir setelah digigit kemudian baru melapor ke Puskesmas terdekat untuk diupayakan medapat VAR paling tidak 3 x,

Lebih jelasnya juga disampaikan cara memelihara anjing supaya tidak menggigit orang agar dikandangkan/ dikrangkeng, diikat dengan tali yang cukup supaya tidak lepas atau liar. Di Banjar Karang Sari Desa Suana memberikan informasi kepada tim, apakah warga boleh mengeliminasi Kera/bojog dilingkungan desa ini karena sangat merugikan petani diwaktu tanaman sedang berbuah dan siap panen namun lebih awal panen dijarah dan dimakan oleh kera/bojog dengan jumlah ribuan ekor kera, namun tim belum bisa memberikan jawaban yang pasti karena akan dibicarakan/dikoordinasikan ke pihak terkait. dari : Humas Disnak Bali. Man Widia