Rapat Sosialisasi Pemanfaatan Kapal Ternak Di Provinsi Bali Tahun 2018

Jumat, 11 Mei 2018


Rapat Sosialisasi Pemanfaatan Kapal Ternak dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2018 di Ruang Rapat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Jl. WR. Supratman No. 71 Denpasar yang dihadiri oleh Direktur Lalulintas Laut Ditjenak Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan di Jakarta, Direktur PPHNak, Ditjen Peternakan, Direktur Komersial PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), Direktur Utama PT. Pos Logistik Indonesia, Kepala Dinas Penanama Modal dan PTSP Prov Bali, Pimpinan PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Celukan Bawang, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Kepala Wilker Karantian Hewan Celukan Bawang, UD. Banteng Terang, UD. Mitra Abadi, UD.  Kilat, UD. Aman, UD. Bintang Terang, UD. Hartama Jaya.



Setelah mendengarkan penyampaian materi dari narasumber; serta diskusi yang sudah berlangsung, kesimpulan kegiatan ini adalah 1.              Kebijakan ini tujuanya untuk mendukung Kebijakan Nasional Swasembada Daging Ternak, Memaksimalkan Tranportasi Tol Laut dan Animall Walfare, 2. Jumlah kapal Camara Nusantara tahun 2015 - 2017 (1 trayek) dan 2018 (trayek 6), 3. Khusus untuk trayek ke Bali, rutenya yaitu Celukan Bawang - Tanjung Priok – Kupang – Wini – Atapupu - Samarinda – Celukan Bawang (Rute 6) yang penugasannya dilakukan oleh ASDP. Kapal yang digunakan adalah Kapal Camara Nusantara 5, yang memiliki kapasitas ternak maksimal mencapai 500 ekor serta kapasitas ruang muat 150 ton, 4. Akan ada pengenalan Kapal Ternak selama seminggu (familiarisasi) terlebih dahulu terhadap kru maupun ABK. selanjutnya ASDP akan membuat jadwal pelayaran agar bisa di sosialisasikan kepada pelaku usaha, 5. Tarif Rp. 429.100,-/ekor dari Celukan Bawang sampai Tanjung Priok, untuk menaikan dan bongkar muat akan dibantu oleh petugas berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat (maksimal Rp 33.000,- per ekor, apabila ada kelebihan akan dibebankan kepada pengusaha sapi), 6. Di dalam kapal sudah didampingi oleh Dokter Hewan dan Petugas Paramedis Hewan, serta obat-obatan untuk melayani kesehatan hewan bila dalam perjalanan ada hewan yang sakit, 8. Setiap melakukan perlalulintasan ternak atau pengeluaran sapi harus ada Pengkarantinaan Hewan, namun untuk biaya akan dikenakan ke pengusaha (biaya sewa kandang dan pengobatan untuk hewan yamng diberikan tindakan), 9. Target dalam 1 tahun sebanyak 12.000 ekor sapi dari Bali dapat di lalu-lintaskan menggunakan kapal ini, 10. Biaya yang ditimbulkan sebanyak Rp. 750.000,- sampai Rp. 900.000,- apabila pengusaha melakukan transportasi sendiri dengan menggunakan jasa pihak ketiga, 11. Efisiensi seperti apa yang bisa diberikan dengan menggunakan Kapal Ternak dibandingkan dengan jalur darat, kalau jalur normal (jalur darat) hanya memerlukan waktu perjalanan selama 2 hari sudah sampai di tempat tujuan (RPH) dan biaya yang dikeluarkan oleh para pelaku usaha hanya Rp. 450.000, -. Terlebih dengan akan adanya jalur baru (pembangunan TOL) biaya akan lebih murah dan waktu lebih singkat. Sedangkan untuk Kapal Ternak memerlukan waktu 4 hari, dimana 2 hari untuk perjalanan dilaut, 1 hari untuk menaikan ternak ke kapal dan 1 hari untuk menurunkan ternak dari kapal. Sehingga perlu evaluasi terkait proses pengangkutan antara darat maupun laut, 12. Terkait biaya (tarif) yang digunakan akan ada pembahasan lebih lanjut agar tercapainya kesepakatan harga antara pengusaha dengan pemerintah,

13. Estimasi biaya yang ditimbulkan :

a. Jasa dermaga, Rp. 3.100 ,- (per ekor),

b. Stevedoring untuk dewasa Rp. 50.000,- (per ekor), sedangkan anakan Rp. 30.000,- (per ekor) 

c. Babi Rp. 20.000,- (harga masih bisa dilakukan negosiasi).

d. Tarif masuk pelabuhan Rp. 5.500,- (per truk), sedangkan untuk Timbangan Rp. 50.000,- (per truk).

e. Untuk Kleder, disediakan sendiri oleh pengusaha untuk ternak yang berada di dalam kapal nantinya.