RAPAT KOORDINASI PELAKSANAAN VAKSINASI MASSAL RABIES 2018

Jumat, 27 April 2018


Rapat Koordinasi Pelaksanaan Vaksinasi Massal Rabies dilaksanakan pada tanggal 27 April 2018 di Ruang Rapat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Jl. WR. Supratman No. 71 Denpasar yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Dinas  yang menangani Kesehatan Hewan Kabupaten/Kota se-Bali, Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar, Kepala Balai Karantina Klas I Denpasar, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Kepala Pusat Kajian One Health Colaborating Center (OOHC), Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Bidang yang menangani Kesehatan Hewan di Kabupaten/Kota se-bali, serta para Rabies Expert di Bali.

Setelah mendengarkan arahan dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia; penyampaian materi dari narasumber; serta diskusi yang sudah berlangsung, kesimpulan kegiatan ini adalah a). Sebanyak 39.046 anjing dari total populasi anjing yang ada telah tervaksin (76% dari total populasi yang ada yaitu 51.274 anjing) pada 54 desa prioritas 1 selama pelaksanaan vaksinasi massal tahun 2018, b). Jumlah kasus positif pada hewan tahun 2018 menunjukkan peningkatan pada Bulan April 2018 (sebanyak 15 kasus) yang sebagian besar terjadi di Kabupaten Karangasem, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Buleleng, c). catatan yang dihasilkan dari pelaksanaan monitoring vaksinasi massal (Masih banyak anjing yang belum divaksin, Angka vaksinasi tidak pasti karena belum dilaksanakannya survei pasca vaksinasi untuk validasi data, Banyak kalung yang terlepas. Hal ini dikarenakan kalung tidak diikat dengan baik, Jadwal vaksinasi yang dibuat belum tersampaikan dengan baik ke Desa, Vaksinasi darurat yang sudah dilaksanakan masih belum cukup cepat dan belum mencakup daerah target, Pelaporan belum dilaksanakan dengan baik dan tidak sesuai kondisi yg ada di lapangan).


Serta rekomendasi yang dihasilkan dari rapat koordinasi serta evaluasi terhadap program pengendalian dan pemberantasan rabies didapatkan beberapa poin, diantaranya a). Reaktivasi posko rabies untuk melakukan monitor tehadap kegiatan dan pelaporan data di setiap banjar yang bisa dilakukan setiap hari, b).  Melakukan pendampingan dan monitoring dengan lebih intensif di desa prioritas oleh Dinas Provinsi dan Kabupaten terkait, c). Melaksanakan survei pasca vaksinasi setiap banjar di desa prioritas, d). Melakukan validasi data laporan hasil vaksinasi massal, e). Melaksanakan vaksinasi ulang pada desa prioritas yang cakupan vaksinasinya rendah, f). Melaksanakan vaksinasi darurat dengan cepat ke desa yang terindikasi sebagai kasus baru, g). Melibatkan masyarakat dalam program pemberantasan rabies, terutama dalam pendeteksian dini  terhadap kasus gigitan, h). Meningkatkan sensitivitas surveillans dalam rangka pemberantasan rabies.