PERTEMUAN KOORDINASI PENGAWASAN ZOONOSIS PADA HEWAN KURBAN

Kamis, 24 September 2015

 


Bertempat di Ruang Rapat Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali berlangsung Pertemuan Koordinasi Zoonosis Pada Hewan Qurban yang dikuti oleh Dinas- dinas yang menangani Fungsi Peternakan Kab/Kota Se Bali, Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kab/Kota Se Bali, MUI Provinsi Bali serta Nara sumber. Pertemuan dibuka Kepala Bidang Usaha Tani dan Pemasaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali mewakili Kepala Dinas . Dalam laporan ketua Panitia, maksud dan tujuan diselenggarakan pertemuan ini adalah,melindungi masyarakat dari resiko penyakit Zoonosis pada pelaksanaan pemotongan hewan diluar Rumah Potong Hewan (RPH ) dan meningkatkan,pengawasan qurban di Kab/Kota.Manfaatnya untuk meningkatkan,pengetahuan petugas/pekerja yang bekerja di Rumah Potong Hewan/Tempat Pemotongan Hewan tentang proses pemeriksaan dan pengawasan zoonosis pada hewan qurban yang sesuai dengan persyaratan baik aspek kehalalan maupun hygiene dan sanitasi serta kesejahteraan hewan. Kegiatan ini dillaksanakan sesuai alokasi Anggaran DIPA APBN Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Tahun 2015,Nomor 018.06,4.229062/2015 tanggal 4 Nopember 2014 dan diikuti 35 peserta.
Dalam sambutan tertulisnya Kepala Dinas mengatakan, Idul Adha merupakan hari besar penting kedua bagi pemeluk agama islam di seluruh dunia setelah Idu Fitri, dimana pada saat itu penyembelihan dilakukan pada hewan qurban seperti sapi, kambing dan domba. Pemotongan hewan qurban selama ini masih dilakukan secara tradisional, serba darurat, apa adanya dan cenderung mengabaikan aspek hygiene, sanitasi,kesejahteraan hewan dan kesehatan lingkungan, pemotongan hewan qurban biasanya dilakukan diluar rumah potong hewan seperti di Masjid,halaman rumah atau tepi jalan dengan fasilitas pemotongan hewan dan penangan daging/karkas yang sangat minim, sehingga tidak ada jaminan terhadap keamanan dan kelayakan daging hewan qurban yang akan dibagikan dan tentunya beresiko mengancam kesehatan orang yang mengkomsumsi.

Agar kesejahteraan hewan bisa diterapkan di tempat penyembelihan hewan qurban, maka perlu dilakukan pembinaan kepada pengurus/panitia qurban supaya mereka juga bisa melakukan pembinaan kepada orang yang melakukan penyembelihan terhadap hewan qurban di wilayahnya.Selain itu perlu juga disosialisasikan kepada petugas qurban agar mereka mengetahui akan pentingnya kesejahteraann hewan terhadap produk hewan yang dihasilkan dari ternak qurban.Acara diakhiri denngan Tanya Jawab,bagimana cara memotong hewan yang benar khususnya sesuai dengan syariat islam serta makan bersama dengan peserta rapat dan para undangan.