Asuransi Usaha Ternak Sapi/ Kerbau

Selasa, 24 April 2018

Karakteristik usaha sektor pertanian, khususnya subsektor budidaya dan pembibitan sapi, dianggap berisiko tinggi karena bersifat biologis yang rentan terhadap serangan penyakit dan kematian, sehingga dapat menyebabkan kerugian. Usaha peternakan memiliki berbagai risiko kematian diantaranya diakibatkan oleh karena kecelakaan, bencana alam dan termasuk wabah penyakit. Bedasarkan hal tersebut, maka sesuai dengan undang-undang no 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemerdayaan Petani dan Peraturan Menteri Pertanian No. 40 / Permentan / SR. 230 / 7 /2015 tentang Fasilitas Asuransi Pertanian, diperlukan Asuransi Pertanian. Pada tahun 2018, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mengalokasikan kegiatan fasilitas Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau(AUTS/K) untuk Provinsi Bali dengan target 5000 ekor. Melalui dana tugas pembantuan (TP ) pada SKPD Provinsi.

Maksud dan Tujuan dari AUTS/K adalah untuk menjamin keberlangsungan usaha peternakan petani. Dan Sasaran dari AUTS/K adalah dapat terlindunginya peternak sapi atau kerbau dari kerugian usaha yang di akibatkan oleh kematian dan/atau kehilangan supaya peternak dapat melanjutkan usahanya

Kriteria persyaratan dan pertanggungan AUTS/K

a. Kriteria Peternak sapi atau kerbau yang melakukan usaha pembibitan dan / atau pembiakan.
  1. Peternak sapi atau kerbau yang melakukan usaha pembibitan dan / atau pembiakan.
  2. Sapi atau kerbau betina dalam kondisi sehat, minimal berumur 1 (satu tahun) dan    masih produktif.
  3. Ternak sapi atau kerbau seala usaha kecil, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang Petundangan.

b. Persyaratan 

  1. Sapi atau kerbau memiliki penanda atau identitas yang jelas( eartag, necktag, micro-chip atau lainya)
  2. Peternak sapi atau kerbau bersedia membayar premi swadaya sebesar 20% dari nilai premi.
  3. Peternak sapi atau kerbau bersedia memenuhi persyaratan dan ketentuan polis asuransi.

c. Pertanggungan AUTS/K

    1. Resiko yang Dijamin

a.   Sapi atau kerbau mati karena penyakit
b.   Sapi atau kerbau mati karena kecelakaan
c.   Sapi atau kerbau mati karena beranak
d.   Sapi atau kerbau hilang karena kecurian

    2. Ganti rugi
Ganti rugi dapat diberikan oleh penanggung  kepada tertanggung dengan ketentuan sebagi berikut:
a.   Terjadi kematian atas ternak sapi atau kerbau yang diasuransikan.
b.   Terjadi kehilangan atas ternak sapi/kerbau yang diasuransikan
c.   Kematian ternak sapi atau kerbau terjadi dalam jangka waktu pertanggungan.

    3. Harga Pertanggungan
Merupakan harga nominal perolehan sapi tanpa penambahan biaya lain yang disepakati oleh tertanggung dan penanggung. Harga pertanggunagn seluruhnya (total sums insured) merupakan penjumlahan harga pertanggungan seluruh sapi. Harga Pertanggungan menjadi dasar perhitungan premi,dan merupakan jumlah maksimum ganti rugi.

    4. Premi
Premi asuransi untuk sapi/kerbau sebesar 2% dari harga pertanggungan sebesar Rp. 10.000.000.-
per ekor, yaitu sebesarRp. 200.000,- per ekor pertahun. Berdasarkan bantuan premi dari
pemerintah sebesar 80% atau sebesar 160.000,- per ekor pertahun dan sisanya swadaya peternak sebesar 20% atau sebesar Rp. 40.000,- per ekor per tahun. Rp. 200.000,- per ekor
pertahun. Berdasarkan bantuan premi dari pemerintah sebesar 80% atau sebesar 160.000,- per
ekor pertahun dan sisanya swadaya peternak sebesar 20% atau sebesar Rp. 40.000,- per ekor 
per tahun.

    5. Jangka Waktu Pertanggungan
Jangka waktu pertanggungan asuransi untuk sapi atau kerbau selama 1 (satu) tahun dimulai sejak melakukan pembayaran premi asuransi yang menjadi kewajiban peternak.

Target AUTS/K untuk provinsi Bali sebanyak 5000 ekor yang dialokasikan di 9 Kabupaten/ Kota  dengan rincian sebagai berikut :

No

Kabupaten /Kota

Jumlah ( ekor )

1

 Denpasar

50

2

Badung

300

3

Gianyar

500

4

Bangli

650

5

Klungkung

400

6

Karangasem

1100

7

Buleleng

1250

8

Jembrana

300

9

Tabanan

450


Berikut ini Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Asuransi Usaha Ternak Sapi/ Ternak yang dapat di-download :